Cara Setting Hotspot di Mikrotik

Cara Setting Hotspot di Mikrotik

Rabu, 03 Juli 2019
98x

Pada tutorial kali ini, Saya akan membahas tentang bagaimana cara mengkonfigurasi Router Mikrotik untuk kebutuhan hotspot.

Kenapa Hotspot?

Seperti yang Kita ketahui bahwa hotspot adalah salah satu teknologi yang paling banyak digunakan untuk saat ini. Selain itu hotspot atau yang biasa disebut dengan WiFi publik ini memiliki fitur plug and play akses. Dimana hotspot tidak memperduli apa kondisi yang dialami oleh si klien. Seperti misalnya ketika IP-nya diseting dinamik atau statis pun, si klien tetap dapat menggunakan atau tersambung ke hotspot dengan baik tanpa ada masalah asalkan klien mengetahui username dan password dari hotspot tersebut.

Lalu bagaimana cara konfigurasi hotspot pada Mikrotik? Simak penjelasan berikut ini.

1. Menyiapkan Topologi Jaringan

Sebelum lanjut ke materi yang lebih dalam. Biasakan sebelum membangun dan melakukan konfigurasi jaringan, terlebih dahulu Kita harus mengetahui terlebih dahulu topologinya. Hal ini sangat penting dilakukan karena akan membantu untuk mempermudah pekerjaan seperti konfigurasi dan trouble shooting.

Nah, pada kasus kali ini kira-kira topologi yang akan Saya gunakan adalah seperti berikut ini.

Cara Setting Hotspot di Mikrotik

Topologi yang akan Kita buat atau Kita rancang disini sangatlah sederhana. Dimulai dari Internet (Modem) masuk ke Router Mikrotik, kemudian masuk ke akses poin (WiFi/Hotspot) untuk disebarkan agar dapat digunakan oleh klien baik itu komputer, laptop ataupun handphone.

2. Perencanaan IP Address

Selain topologi, nantinya agar Router dapat terkoneksi dengan Internet. Kita perlu mengetahui alamat IP sesuai dengan alokasi dari ISP (Modem). IP ini nantinya digunakan untuk IP DNS dan Default Gateway.

Berikut ini adalah IP yang Saya gunakan untuk melakukan konfigurasi pada tutorial kali ini.

IP WAN (Internet) = 192.168.1.3/24
DNS Server = 192.168.1.1
Gateway = 192.168.1.1
IP Lokal (LAN/Hotspot) = 192.168.40.0/24

3. Persiapan Konfigurasi Jaringan

Untuk memulai langkah konfigurasi ini, tentunya Kita akan menggunakan aplikasi yang sudah sangat familiar bagi pengguna Mikrotik yakni Winbox.

Sebelumnya, Kita perlu mengubah IP di komputer terlebih dahulu. Contohnya disini karena Kita nantinya akan menggunakan IP Address Segment 40. Maka Kita bisa gunakan IP address di komputer misalnya 192.168.40.100 dengan Gateway 192.168.40.1.

Selanjutnya, Kita buka Winbox kemudian pilih tab Neighbors. Pada tab ini Winbox akan secara otomatis melakukan scanning Router-router yang telah terkoneksi dengan komputer Kita.

Disini mungkin Anda menemukan beberapa Router.

Pastikan Anda tahu mana Router utama yang akan Kita konfigurasi.

Jika sudah, klik bagian Mac Address kemudian isi admin pada bagian login. Sedangkan untuk bagian password biarkan kosong, selanjutnya klik Connect.

Setelah berhasil masuk, biasanya akan ada informasi bahwa Router sudah terdapat default konfigurasi. Ini bisa dibiarkan dan juga dihilangkan dengan mengklik tombol Remove Configuration.

Namun pada contoh kali ini Saya akan memilih Remove Configuration biar tidak ada konfigurasi yang tumpang tindih nantinya. Sehingga Kita akan lebih fleksibel dalam melakukan konfigurasi.

4. Konfigurasi Dasar

Pada langkah ini, hal pertama yang perlu Kita lakukan adalah menghubungkan Router Mikrotik dengan Internet terlebih dahulu.

  • Persiapkan Interface

Masuk ke Menu Interface

Sesuai dengan topologi sederhana yang akan Kita bangun. Dimana pada topologi tersebut meliputi ether1 Kita gunakan untuk arah Internet (Modem), sedangkan ether2 Kita gunakan untuk jaringan lokal yang menuju AP (Access Point) sebagai pemancar sinyal hotspot/wifi.

Agar lebih mudah, Kita bisa mengganti nama atau memberikan comment pada ether1 sebagai WAN dan ether2 sebagai LAN misalnya.

Cara Setting Hotspot di Mikrotik

  • Konfigurasi IP Address

Masuk ke Menu IP -> Addresses

Karena Kita hanya menggunakan 2 port: ether1 (WAN) dan ether2 (LAN). Maka Kita butuh penambahan 2 IP Address untuk interface.

Klik Tombol + untuk Menambahkan IP

Pertama Kita akan menambahkan IP Address untuk WAN. IP ini tentu saja Kita harus menggunakan IP sesuai alokasi dari ISP (Modem).

Contohnya disini adalah 192.168.1.3/24 misalnya. Kemudian untuk Interfacenya pilih WAN (ether1). Jika sudah klik Apply dan OK.

Selanjutnya Kita akan menambahkan satu IP lagi untuk LAN. Yaitu 192.168.40.1/24 sesuai dengan topologi yang telah Kita buat sebelumnya. Lalu untuk interfacenya, pilih LAN (ether2). Jika sudah klik Apply dan OK.

Cara Setting Hotspot di Mikrotik

  • Menambahkan Default Gateway

Setelah IP Address berhasil ditambahkan, langkah selanjutnya Kita butuh untuk menambahkan Default Gateway.

Masuk ke Menu IP -> Routes
Klik Tombol + untuk Menambahkan

Pada bagian Dst. Address biarkan 0.0.0.0/0, sedangkan untuk Gateway silahkan isi sesuai alokasi IP yang diberikan oleh ISP. Dalam contoh ini adalah 192.168.1.1. Jika sudah klik Apply dan OK.

Pastikan flagnya sudah AS (Active Static) yang artinya sudah terkoneksi ke Gateway-nya melalui ether1 (WAN).

Cara Setting Hotspot di Mikrotik

  • Menambahkan DNS

Masuk ke menu IP -> DNS

Pada kolom Server, silahkan isi dengan sesuai dengan alokasi dari ISP. Pada contoh kali ini adalah 192.168.1.1 atau bisa juga diisi dengan Open DNS seperti 8.8.8.8. Pastikan juga Allow Remote Request tercentang.

Fungsi Allow Remote Request ini, nantinya akan digunakan untuk mengarahkan request DNS dari klien ke arah Router.

Jika sudah klik Apply dan OK.

Cara Setting Hotspot di Mikrotik

  • Cek Koneksi Router Mikrotik ke Internet

Masuk ke menu New Terminal kemudian lakukan ping 8.8.8.8 atau ping google.com

Sampai disini seharusnya Router Mikrotik sudah bisa terhubung dengan Internet. Namun untuk klien yang terhubung dengan Router (baik melalui hotspot atau LAN) belum dapat terkoneksi dengan Internet.

Cara Setting Hotspot di Mikrotik

Agar klien juga dapat terhubung ke Internet, maka Kita perlu menambahkan Firewall -> NAT atau lebih tepatnya adalah Source NAT.

  • Menambahkan Firewall NAT

Masuk ke Menu IP -> Firewall -> NAT

Dibagian tab General, tentukan Chain-nya menjadi srcnat. Kemudian pada Out. Interface-nya arahkan menuju ke WAN (ether1).

Lanjut pada bagian tab Action, tentukan action-nya menjadi masquerade. Jika sudah klik Apply dan OK.

Cara Setting Hotspot di Mikrotik

Cara Setting Hotspot di Mikrotik

  • Cek Koneksi Client ke Internet

Sambungkan komputer/laptop klien ke Router melalui LAN. Kemudian buka CMD/Terminal, ketik ping 8.8.8.8 atau ping google.com

Nah, sampai disini seharusnya Router sudah mendapatkan akses Internet sekaligus mendistribusikan kepada klien-nya atau dalam kata lain, klien sudah dapat terhubung ke Internet melalui Router.

5. Konfigurasi Hotspot

Setelah menyelesaikan semua konfigurasi basic, selanjutnya Kita perlu melakukan konfigurasi untuk Hotspot-nya. 

Masuk ke Menu IP -> Hotspot

Cara yang paling mudah untuk melakukan konfigurasi disini adalah dengan menggunakan tombol Hotspot Setup yang sudah disediakan. 

Selain menggunakan tombol tersebut, sebenarnya Kita juga dapat melakukan setting hotspot manual, dimana Kita harus melakukan konfigurai satu persatu mulai dari IP Pool, DHCP Server, Firewall Filter, Firewall NAT dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Kebayang kan, tentu akan ribet jika melakukannya satu persatu. Tapi sebaliknya, dengan fitur Hotspot Setup yang sudah disediakan ini Kita bisa meminimalisir kesalahan tanpa harus melakukan konfigurasi satu persatu.

Lanjut..

Klik Tombol Hotspot Setup

Menentukan Hotspot Interface: Dalam contoh kali ini Kita akan menggunakan LAN (ether2) yang secara fisik nanti akan berjalan di ether2, dimana pada ether2 ini Kita sudah hubungkan dengan Access Point. 

Router akan secara otomatis menghitung range IP dan menentukan IP ini secara otomatis. Jika tidak ada yang perlu diubah, biarkan saja default.

Cara Setting Hotspot di Mikrotik

Klik Next untuk melanjutkan.

Menentukan Local Address of Network: Jadi ini adalah IP Subnet/Segment yang akan digunakan oleh klien jika terhubung dengan hotspot.

Lagi-lagi secara otomatis akan dipilihkan IP dari interface LAN (ether2).

Cara Setting Hotspot di Mikrotik

Klik Next untuk melanjutkan.

Menentukan Address Pool of Network: IP disini adalah range IP atau dengan kata lain, Kita akan menentukan Pool IP yang akan diberikan ke klien yang terhubung ke hotspot. Karena sudah otomatis, pada tahap ini Kita bisa biarkan saja default.

Cara Setting Hotspot di Mikrotik

Klik Next untuk melanjutkan.

Untuk langkah selanjutnya mulai dari Select Certificate, IP Address of SMTP Server dan juga DNS Server, Kita bisa biarkan saja default.

Menentukan DNS Name: Pada langkah ini Kita diminta untuk menentukan DNS Name. Ini sebenarnya tidak terlalu wajib dikonfigurasi. Karena DNS Name ini nanti hanya akan mengganti alamat IP menjadi nama domain saat klien ditampilkan halaman login hotspot.

Dalam kata lain, nantinya di address bar browser yang tertampil bukan alamat IP tetapi adalah sebuah nama domain.

Yang perlu diingat, penamaan ini juga harus sesuai dengan format nama domain yang benar. selain itu pastikan domain tersebut juga belum terdaftar di Internet (tidak aktif) agar tidak terjadi konflik saat klien ingin melihat status dan melakukan logout.

Contoh Saya akan isikan dengan nama domain milik Saya sendiri yaitu hotspot.erfandibagus.com misalnya.

Nama domain itulah nanti yang akan ditampilkan di address bar browser saat klien dialihkan atau sedang login hotspot.

Cara Setting Hotspot di Mikrotik

Klik Next untuk melanjutkan.

Menentukan Hotspot Local User: Kita diminta untuk membuat username awal atau admin yang bisa Kita gunakan untuk ngetes login hotspot-nya. Silahkan buat saja nama user dan juga passwordnya.

Langkah Terakhir

Setelah semua selesai dikonfigurasi, sekarang Kita dapat melakukan tes login hotspot. Silahkan login ke WiFi atau hotspot yang terhubung ke Router utama, kemudian login menggunakan username dan password yang telah Kita buat saat melakukan konfigurasi hotspot di atas.

Sampai tahap ini, seharusnya klien sudah dapat melakukan login dan juga terhubung ke Internet. Namun ada sedikit masalah saat klien melakukan log off. Dimana ketika sudah berhasil melakukan log off, kemudian Kita reload halamannya maka otomatis akan login kembali tanpa harus mengetik ulang username dan password.

Sebenarnya ini bukanlah masalah, karena pada konfigurasi hotspotnya secara default akan mengaktifkan fitur cookie. Cookie inilah yang akan mencatat informasi si klien, jadi ketika klien telah melakukan login, informasi si klien akan tercatat dan selanjutnya klien akan diloloskan dari halaman login saat terhubung kembali dengan Hotspot.

Kita dapat mengubah atau menonaktifkan fitur ini di menu Hotspot pada tab Server Profile. Kemudian double click pada profil yang ingin Kita nonaktifkan cookie-nya. Selanjutnya masuk ke tab Login, hilangkan centang pada cookie. Jika sudah klik apply dan OK.

Cara Setting Hotspot di Mikrotik

Dengan begitu setiap klien melakukan log off, klien akan dihadapkan kembali dengan halaman login saat kembali terhubung dengan hotspot.

Tentang Penulis

Erfandi Bagus
Erfandi Bagus

Suka dengan dunia teknologi, pemrograman web dan menulis artikel.

email@erfandibagus.com

Loading...
Artikel Lainnya